Minggu, 13 Desember 2009
SUATU SORE DARI PULOMAS MENUJU SENEN.
Hari jum'at sore itu,saya lupa tanggalnya, saat itu saya pulang dari sekolah sekitar jam setengah lima, karena hujan tak reda, akhirnya saya memutuskan untuk tetap pulang walau tanpa membawa payung atau sejenisnya.Dari sekolah saya menumpang angkot menuju ASMI, saya pun langsung berteduh di bawah sebuah shelter sesampainya saya di sana untuk menunggu bis selanjutnya menuju Senen. Saat itu hujan masih turun dengan derasnya, setelah menunggu beberapa lama, alhamdulillah bis Mayasari yang melewati Senen pun tiba,( saya tidak naik trans jakarta karena sedang ada perbaikan jalan, yang saya sendiri tidak tahu dimana). Bis yang saya tumpangi ini tenyata mengalami kebocoran di bagian atapnya, beberapa saat setelah saya naik, tiba- tiba segerombolan anak muda dengan bermodalkan kain pembersih dan air sabun yang diletakkan di dalam botol besar bekas air mineral membersihkan kaca depan bis dengan paksa, sedangkan yang lainnya meminta uang "JASA", yang sebenarnya tidak layak disebut dengan jasa, karena mereka melakukannya dengan memaksa. Ternyata kejadian ini terus berlangsung hingga saya turun,sang supir yang merasa diperas dan tak pernah meminta kacanya untuk dibersihkanpun mulai meradang dan mengumpat bermacam-macam kata yang tidak layak untuk didengar, miris, saat saya melihat kejadian ini berulang di sepanjang jalan, dan dilakukan oleh segerombolan orang yang berbeda.Apakah ini potret dari sebuah kemalasan yang mendera para pemuda di jakarta( atau jangan- jangan kejadian ini terjadi juga di daerah lainnya?) Siapakah yang harus disalahkan?
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar