Kamis, 15 April 2010
Dari jalan raya ke tanah basah..............
Alhamdulillah sudah 3 bulan ini saya menikmati pagi indah dari sela- sela daun bambu dan tanah basah. Jalur kecil yang agak menurun, tanah basah yang licin, pohon rambutan yang sudah menjuntai, batang - batang bambu yang hampir menutupi jalan juga rumput - rumput yang tampak seperti semak belukar. Tapi dulu, jalur sibuk yang tak pernah sepi dari banyaknya roda- roda kendaraan, asap knalpot yang sudah menghitam, supir yang ugal-ugalan, mata-mata yang penuh dengan pandangan mencurigakan seakan sudah menjadi trade marknya jalur di ibukota. Jalur yang penuh dengan pribadi - pribadi individualis, yang saling berlomba untuk selalu tepat sampai tujuan, jalur yang selalu dipadati dengan amarah para pengguna jalan. Sekali lagi, itu dulu. Saat saya yang setiap pagi dan sore harus selalu bergegas menaklukkan waktu dan jarak tempuh. Tak terasa, kini saya tak lagi mendengar lengkingan suara klakson, tiupan peluit pak polisi, tak lagi merasakan betapa membosankan dan melelahkannya di jalanan. Kini saya bisa menikmati suasana pagi yang menyejukkan hati, yang terkadang dilatari dengan warna- warni pelangi..........................
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar