Total Tayangan Laman

Selasa, 06 Desember 2011

" MeNgEluh "

Mengeluh, saya tidak tahu mengapa akhir - akhir ini kata " Mengeluh " sangat lekat pada saya dan orang - orang di sekitar saya. Mengeluh masalah pekerjaan, waktu yang sangat padat termasuk masalah yang sangat sensitif . Saya tidak tahu mengapa orang - orang di sekitar saya selalu tampak mengeluh bahkan mungkin saya sudah menjadi bagian dari manusia pengeluh yang tidak pernah bersyukur, atau mungkin saya akan membuat wadah dan membuat sebuah komunitas " Masyarakat Pengeluh ". Saya tidak pernah membayangkan sebuah negara yang masyarakatnya berprofesi sebagai pengeluh. Saya jadi berfikir bahwa ternyata potongan surat Ar - Rahman " Fabiaayyii aalaairobbikumaa tukadzibaan" sangat - sangat memiliki maksud yang teramat dalam. " Ya Allah jangan jadikan kami manusia - manusia pengeluh yang tidak penah bersyukur akan nikmat - MU"

0 komentar:

Poskan Komentar